Category: FYI


            Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menemui dan menggunakan peralatan yang terbuat dari karet. Berbagai macam produk rumah tangga maupun industri sebagian besar terbuat dari karet sebagai bahan bakunya. Contoh peralatan berbahan karet yang sering kita jumpai adalah karpet mobil, roda ban mobil/sepeda, sandal jepit, sepatu boot, dan lain-lain. Karet juga banyak digunakan sebagai pelindung karena sifatnya yang elastis dan isolator listrik. Karena sifat tersebut, karet digunakan sebagai pelindung dan peredam benturan pada konstruksi, baik pada konstruksi bangunan, jembatan, maupun pelabuhan. Keberadaan karet sangat penting dalam bidang konstruksi karena karet dapat memberikan perlindungan dan mencegah kerusakan pada struktur bangunan.

            Banyak barang yang terbuat dari karet, namun ada bervariasi jenis karet yang digunakan sebagai bahan baku peralatan tersebut. Penggunaan jenis karet disesuaikan dengan tujuan penggunaan peralatan tersebut, disesuaikan dengan sifat kimia dan fisik dari bahan baku karet. Ada bermacam-macam jenis karet, beberapa di antaranya yaitu Natural Rubber, Neoprene Rubber, Nitrile Rubber, dan lain sebagainya. Dari berbagai macam jenis karet tersebut, salah satu jenis yang paling sering dijumpai adalah Natural Rubber. Dalam artikel ini akan ditinjau secara khusus mengenai Natural Rubber.

Natural Rubber (NR)

                        Natural Rubber merupakan campuran dari senyawa organik polyisoprene dan sejumlah kecil komponen organik lain termasuk air. Polimer polyisoprene (C5H8)n merupakan komponen paling utama. Natural Rubber diklasifikasikan sebagai elastomer (polimer elastis). Natural Rubber dibuat dengan mengolah latex (getah) yang dihasilkan dari tanaman Hevea brasiliensis. Hevea brasiliensis merupakan tanaman asli dari lembah Amazon dan diketahui dapat menghasilkan polimer dengan berat molekul yang tinggi dengan kandungan cis 1,4 polyisoprene hingga 100%. Berat kering rata-rata dari latex normalnya adalah antara 30 dan 35%, dan secara khusus berkisar dari 25 sampai 40 %. Untuk mendapatkan latex, pohon Hevea brasiliensistersebut disadap. Latex sendiri merupakan dispersi koloid dari partikel solid polymer polyisoprene dalam air. Kandungan polyisoprene dalam emulsi getah karet adalah ± 30%.

    Hevea brasiliensis [1]

Hevea brasiliensis [1]

Penyadapan latex

Penyadapan latex [2]

          

           

       

   

      

        

Setelah latex diperoleh, kemudian diberi stabilizer untuk mencegah koagulasi dini. Teknik pengumpulan dan pengolahan latex akan mempengaruhi grade/kualitas dari Natural Rubber yang dihasilkan. Ada 8 tipe yang berbeda dari Natural Rubber yang kemudian diklasifikasikan menjadi 35 tipe sesuai dengan spesifikasi grade internasional. Grade tersebut menunjukkan kualitas warna, kebersihan, adanya gelembung, dan keseragaman penampakan.

         Untuk mendapatkan karet dari latex, memerlukan proses koagulasi atau penggumpalan dengan menambahkan zat asam seperti asam format (HCOOH). Proses koagulasi tersebut berlangsung selama 12 jam. Koagulum (zat yang terkoagulasi) akan terbentuk menjadi lembaran-lembaran padat yang lembut dan kemudian diperas untuk mengurangi kandungan air sehingga ketebalannya berkurang hingga 3 mm. Lembaran-lembaran tersebut kemudian dikeringkan dalam ruang pengasapan selama beberapa hari. Karet yang dihasilkan nantinya berbentuk lembaran yang disebut dengan istilah “ribbed smoked sheet” dengan karakteristik warna coklat tua. Ada pula lembaran karet yang dikeringkan di udara panas yang diberi istilah “air dried sheet”  dengan kualitas atau grade yang lebih tinggi daripada “ribbed smoked sheet”. Grade karet yang lebih baik dari kedua jenis grade karet yang disebutkan sebelumnya adalah karet “pale crepe”, yang menggunakan dua tahap koagulasi, dan dilanjutkan dengan pengeringan menggunakan udara hangat dengan karakteristik warna coklat muda.

Ribbed smoke sheet

Ribbed smoke sheet [3]

Sifat-sifat Umum

            Proses kristalisasi yang cepat pada saat karet ditarik membuat karet memiliki tensile strength, tear strength, dan sifat tahan gores yang sangat baik. Tensile strength dari karet vulkanat tanpa bahan pengisi berkisar dari 2500 hingga 3500 psi, di mana bahan pengisi dapat meningkatkan tensile stength hingga lebih dari 4500 psi (35 mPa). Gaya pegas atau kekenyalan dari Natural Rubber sangat baik. Pada strain atau tegangan yang tinggi, umur fatik dari Natural Rubber lebih tinggi dari pada Styrene (SBR). Pada strain yang rendah, berlaku kebalikannya. Karakteristik kekuatan Natural Rubber menurun seiring dengan meningkatnya temperatur.

            Namun demikian, Natural Rubber lebih memiliki ketahanan pada panas lebih baik daripada jenis elastomer lainnya. Natural Rubber memiliki sifat pengolahan yang sangat baik dan dapat diproses dengan menggunakan teknik yang bervariasi. Proses konvensional akan menghasilkan Natural Rubber dengan sifat awal yang baik seperti kekuatan karet, ketahanan gores, dan fatigue resistance. Ketahanan panas dan sifat relaksasi tegangan pada pengolahan Natural Rubber secara konvensional tidak begitu diinginkan. Untuk meningkatkan stabilitas suhu dan meningkatkan “low compression set”, dapat digunakan sistem vulkanisasi dengan sulfur dengan waktu dipercepat. Penambahan zat kimia seperti carbon black, kasium karbonat, dan clay akan meningkatkan sifat adesif pada Natural Rubber.

                Bahan pengisi dari proses pengolahan Natural Rubber yang paling utama adalah “carbon black”, yang merupakan bentuk koloid dari karbon dan diperoleh dari proses dekomposisi thermal hidrokarbon. Carbon black dapat meningkatkan tensile strength dan ketahanan abrasi dari produk jadi Natural Rubber. Carbon black juga memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet. Kandungan carbon black inilah yang menyebabkan kebanyakan produk karet berwarna hitam.

Carbon Black

Carbon Black [4]

Aplikasi Natural Rubber :

Natural Rubber banyak diaplikasikan pada berbagai peralatan di bidang Industri dan teknik, antara lain sebagai berikut :

  • Bidang Industri : selang/pipa karet, conveyor belt, gasket, dan seal.
  • Teknik : pegas, bantalan, rubber ring, dan lain sebagainya.

Selain penggunaan karet untuk keperluan di atas, Natural Rubber juga digunakan sebagai bahan baku utama untuk produk karet yang diproduksi CV. BCS. Beberapa produk tersebut antara lain Rubber Fender, Elastomeric Bearing Pad, Rubber Bumper, Rubber Ring for PVC, Rubber Dam, Seismic Rubber Bearing, Rubber Sheet, dan lain sebagainya.

BCS' Natural Rubber Products

BCS’ Natural Rubber Products

Author : Desy M.S.

Sumber Pustaka :

 Gambar :

[1] ; [2] ; [3] ; [4]

Jenis dan Fungsi Kapal di Perairan

            Indonesia merupakan Negara Maritim yang memiliki lautan dengan luas yang hampir mencapai 82 persen dari total wilayah di Indonesia. Luasnya cakupan wilayah lautan yang dimiliki oleh Indonesia menjadikan Indonesia  memiliki aktivitas kelautan yang cukup tinggi, baik aktivitas usaha perdagangan maupun transportasi masyarakat Indonesia. Penggunaan kapal sebagai alat transportasi perairan memiliki peranan besar dalam mendukung aktivitas perdagangan dan transportasi, bahkan dalam sistem pertahanan keamanan Indonesia. Perbedaan tujuan dan kepentingan aktivitas perairan laut menentukan jenis kapal yang akan digunakan. Terdapat bermacam-macam jenis kapal disesuaikan dengan aktivitas perairan dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi penggunaan jenis kapal. Jenis-jenis kapal dapat dibagi berdasarkan fungsi kapal, bahan pembuat kapal, alat penggerak, mesin penggerak utama kapal, jenis kapal-kapal khusus, dan jenis pelayarannya.

(A) Jenis-jenis kapal berdasarkan fungsinya antara lain [3]  :

1. Kapal Barang (Cargo Ship)

            Kapal Barang adalah kapal untuk mengangkut bermacam–macam barang/muatan, dinamakan General Cargo atau muatan kering dinamakan Dry Cargo Vessel. Umumnya kapal barang terutama General Cargo dapat membawa penumpang sampai 12 orang dan tetap dinamakan kapal barang. Bila kapal mengangkut penumpang lebih dari 12 orang, maka kapal tersebut harus menggunakan persyaratran keselamatan sebagai kapal penumpang. Umumnya memiliki kecepatan berkisar antara 8 s/d 12 knot.

2. Kapal Barang Penumpang

Kapal Barang Penumpang adalah kapal yang terutama digunakan untuk mengangkut barang disamping penumpang.
3. Kapal Penumpang Barang

            Kapal Penumpang Barang adalah kapal yang terutama digunakan untuk mengangkut penumpang dalam jumlah cukup besar beserta barang barang yang dibawanya. Contoh kapal peumpang adalah Kapal Ferry barang walaupun pada hakikatnya kapal Ferry memiliki ciri dan keutamaan yang berbeda.

4. Kapal Penumpang (Passanger Ship/PAX)

Kapal Penumpang adalah kapal yang khusus untuk mengangkut penumpang. Kapal penumpang yang kecil kebanyakan digunakan untuk pesiar antar pulau yang tidak begitu jauh menyusuri pantai / sungai sedangkan kapal penumpang yang besar biasanya dipakai untuk pelayaran antar pulau yang jauh dan antar benua untuk tourist dll.
5. Kapal Pengangkut Kayu (Timber / Log Carrier)

            Kapal Pengangkut Kayu adalah kapal yang fungsinya mengangkut kayu baik berupa blok maupun papan kayu gelondongan. Umumnya sebagian muatan kayu yang diangkut diletakkan di atas geladak dengan jumlah ± 1/3 dari seluruh muatan yang diangkut. Oleh karena itu konstruksi geladak harus cukup kuat untuk menahan muatan yang ada dikeladak dan dilengkapai alat pengikatan.

Kapal Pengangkut Kayu

Kapal Pengangkut Kayu [1]

 6. Kapal Pengangkut Muatan Cair (Tanker)

Kapal Tanker

Kapal Tanker [1]

            Kapal Pengangkut Muatan Cair memiliki sifat khusus yang harus diperhatikan saat mengkonstruksinya, muatan zat cair yang selalu mengambil posisi sejajar dengan garis air pada waktu kapal oleng. Oleh karena itu kapal tanker umumnya dilengkapi dengan sekat melintang dan sekat memanjang. Dilengkapi dengan instalasi pompa untuk bongkar muat dari dan ke kapal. Letak kamar mesin pada kapal tanker selau di belakang dimaksudkan untuk menghindari bahaya kebakaran, selain itu untuk menghemat ruangan, karena apabila mesin berada di tengah poros kemudi semakin panjang dan memerlukan ruangan poros.

7. Kapal Pengangkut Peti Kemas (Container Ship)

            Kapal Pengangkut Peti kemas adalah kapal yang mengangkut barang–barang yang sudah dimasukkan pada peti kemas. Selain didalam kapal, peti kemas juga diangkut di atas geladak dengan dilengkapai alat pengikat. Jarak pandang dari ujung depan kapal harus ≤ dari panjang LWL. Kapal pengangkut peti kemas memiliki pelabuhan khusus yang dilengkapi dengan alat bongkar muat/unloading.

8. Kapal Pengangkut Muatan Curah (Bulk Carrier)

            Kapal Muatan Curah adalah kapal yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu, berupa biji–bijian atau serbuk dicurahkan langsung kedalam palka kapal. Umumnya dibuat singgle deck dan sistim bongkar muatnya dilakukan dengan cara isap (grab), mengeruk (dredger) atau mengangkut (conveyor).

9. Kapal Pengangkut Bahan Tambang (Ore Carrier)

            Kapal Muatan Biji Tambang adalah yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu, berupa bahan tambang bijian dicurahkan langsung kedalam palka kapal. Umumnya dibuat singgle deck dan sistim bongkar muatnya dilakukan dengan cara mengeruk (dredger) atau mengangkut (conveyor).

10. Kapal Pengangkut Biji–Bijian (Grain Carrier)

            Kapal Pengangkut Biji–Bijian adalah kapal yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu, berupa biji tumbuh–tumbuhan dicurahkan langsung kedalam palka kapal. Umumnya dibuat singgle deck dan sistim bongkar muatnya dilakukan dengan cara isap (grab).

11. Kapal Pengangkut Muatan Dingin (Refrigarated Vessels)
12. Kapal Pengangkut Pesawat (Aircraft Carrier) – Navy
13. Kapal Pengangkut Tank (Landing Ship Tank / LST) – Navy
14. Kapal Pengangkut Ternak
Kapal Pengangkut Ternak memiliki fasilitas yang diperlukan ternak seperti tempat makan dan tempat kotoran yang dengan mudah dapat dibersihkan.

(B) Bahan yang digunakan untuk membuat kapal juga berbeda-beda disesuaikan dengan maksud/tujuan kapal dibuat dan barang yang akan diangkut, serta mempertimbangkan harga bahan yang paling berkualitas dan paling ekonomis.  Jenis Kapal Menurut Bahannya, antara lain [4] :

  • Kapal Kayu  :Kapal yang dibuat dari bahan kayu.
Kapal Kayu

Kapal Kayu [1]

  • Kapal Fiber Glass : Kapal yang dibuat dari bahan Fiber Glass.
Kapal Fiber Glass

Kapal Fiber Glass [1]

  • Kapal Ferro Cement : kapal yang dibuat dari bahan semen yang diperkuat dengan baja sebagai tulang-tulangnya.
Kapal Ferro Cemen

Kapal Ferro Cement [1]

  • Kapal Baja : kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari baja.
Kapal Baja

Kapal Baja [1]

(C) Jenis Kapal Berdasarkan Alat Penggeraknya, antara lain [4]  :

  • Kapal Layar : Pada kapal jenis ini, kecepatan kapal tergantung pada adanya angin. Banyak dijumpai pada kapal-kapal latih dan pada kapal barang tetapi hanya terbatas pada kapal- kapal kecil saja.
Kapal Layar

Kapal Layar [1]

  • Kapal PadleWheel : Kapal jenis ini menggunakan sistem padle wheel, pada prinsipnya adalah gaya tahanan air yang menyebabkan/menimbulkan gaya dorong kapal (seperti dayung).
Kapal Padle Wheel

Kapal Padle Wheel [1]

  • Kapal Jet Propultion : Sistem ini pada prinsipnya adalah air dihisap melalui saluran di muka lalu didorong ke belakang dengan pompa hingga menimbulkan impuls (jet air ke belakang).
  • Kapal Propeller : Kapal bergerak karena berputarnya baling yang dipasang di belakang badan kapal sehingga menimbulkan daya dorong.
Kapal Propeller

Kapal Propeller [1]

(D) Mesin penggerak utama yang digunakan pada kapal juga berbeda-beda, disesuaikan dengan fungsi kapal dan pertimbangan ekonomisnya. Jenis Kapal Berdasarkan Mesin Penggerak Utamanya, antara lain [4] :

  • Kapal Mesin Uap Torak : Kapal jenis ini biasanya memakai mesin penggerak utama yaitu, triple expansion engine (bersilinder tiga) atau double Compound Engine.
  • Kapal Turbin Uap : Tenaga yang dihasilkan oleh mesin semacam ini sangat rata dan seragam dan pemakaian uap sangat efisien baik pada tekanan tinggi ataupun rendah.
Kapal Turbin Uap

Kapal Turbin Uap [1]

  • Kapal Turbin Elektrik Drive : Disini reversing turbine yang tersendiri dapat dihapuskan dengan memakai sistim ini sangat mudah operasi mesin-mesinnya.
Kapal Turbin Elektrik

Kapal Turbin Elektrik [1]

  • Kapal Mesin Pembakaran Internal : Mesin ini menghasilkan tenaga yang sama dengan mesin uap, namun dengan ukuran mesin yang lebih kecil. Dengan adanya kemajuan dalam pemakaian turbo charger untuk supercharging maka beratnyapun dapat diperkecil dan penghasilan tenaga dapat dilipat gandakan.
Kapal Mesin Pembakaran Internal

Kapal Mesin Pembakaran Internal [1]

  • Kapal Gas Turbin : Prinsipnya adalah suatu penggerak yang mempergunakan udara yang dimampatkan (dikompresikan) dan dinyalakan dengan menggunakan bahan bakar yang disemprotkan dan kemudian setelah terjadi peledakan udara yang terbakar akan berkembang.
Kapal Gas Turbin

Kapal Gas Turbin [1]

  • Kapal Mesin Nuklir : Bentuk Propulsi ini hanya dipakai pada kapal-kapal besar non komersil seperti kapal induk, kapal perang sehingga kapal yang memakainya masih terbatas.

(E) Jenis Kapal-Kapal Khusus (Mempunyai Tugas Khusus) [4] :

  • Kapal Keruk : Kapal yang berfungsi untuk memperdalam kolam pelabuhan, alur pelayaran, sungai, dan lain-lainnya dan juga menyediakan tanah untuk reklamasi rawa-rawa (untuk perluasan daerah menjadi daratan).
  • Kapal Tunda (Tug Boat) : Kapal yang berfungsi untuk menarik atau mendorong kapal-kapal lainnya.
  • Kapal Penangkap Ikan : Merupakan kapal untuk keperluan penangkapan ikan, dimana operasi penangkapannya agak jauh dari pangkalannya, yang berhari-hari memerlukan waktu dalam operasinya. Biasanya dilengkapi dengan kotak ikan yang didinginkan, sehingga ikan-ikan hasil tangkapan tidak cepat menjadi busuk. Bahkan untuk kapal-kapal ikan yang modern dilengkapi dengan pabrik ikan dalam kaleng.
  • Kapal Pemadam Kebakaran : Kapal yang berfungsi membantu memadamkan kebakaran pada kapal lain atau kebakaran pada dermaga pelabuhan. Operasinya biasanya dilakukan sekitar pelabuhan.
  • Kapal Peneliti : Kapal yang berfungsi untuk mengadakan penelitian di lautan, kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan-peralatan penelitian.
Kapal Peneliti

Kapal Peneliti [1]

  • Kapal Rumah Sakit : Kapal yang dilengkapi dengan peralatan Rumah Sakit.
Kapal Rumah Sakit

Kapal Rumah Sakit [1]

  • Kapal Perang : Arena fungsinya untuk berperang atau menjaga keamanan maka perencanaan dan konstruksinya lebih ditekankan pada segi kekuatan, sehingga faktor ekonomis kurang mendapat perhatian.

Kapal Perang

Kapal Perang [1]

 

(F) Berdasarkan jenis pelayarannya, jenis kapal dibagi menjadi kapal permukaan, kapal selam, kapal mengambang, dan kapal bantalan udara [2].

 1.      Kapal Permukaan

Kapal permukaan adalah kapal yang berlayar di permukaan air. Kapal yang umum dijumpai baik kapal perang, kapal penumpang, maupun kapal induk adalah tipe kapal permukaan [1].

 2.      Kapal Selam

Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer. Selain digunakan untuk kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu pengetahuan laut dan air tawar dan untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam manusia [1].

 3.    Kapal Mengambang

Kapal mengambang adalah kapal yang berlayar mengapung mengambang di atas air dan bantalan udara. Model kapal ini adalah Eakroplane (Rusia/Uni Soviet) dan hovercraft  [1].

 4.     Kapal Bantalan Udara

Kapal bantalan udara atau hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion). Bantalan udara tersebut ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah kapal ini (plenum chamber) melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara di dalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat [1].

*) Di samping beberapa tipe kapal di atas, terdapat jenis kapal tongkang atau pontoon, yaitu suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan kapal tunda atau digunakan untuk mengakomodasi pasang-surut seperti pada dermaga apung.

Pontoon

Pontoon [3]

Author : Desy Marshelina S.

Sumber Pustaka :

[1] Anonymous, 2012. Jenis Kapal. http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Jenis_kapal. Diakses tanggal 5 September 2012.

[2]  Fajar.  2011. Jenis-Jenis Kapal Laut. http://pelayarannautika.blogspot.com/2011/05/jenis-jenis-kapal-laut.html. Diakses tanggal 5 September 2012.

[3] Maritime World. 2011. Jenis Kapal dibedakan dari Fungsinya. http://www.maritimeworld.web.id/2011/04/jenis-kapal-di-bedakan-dari-fungsinya.html. Tanggal akses 5 September 2012.

[4]  Mukhlas, Dedi (Author) 2011. Mengenali Jenis-Jenis Kapal. http://dedioke.files.wordpress.com/2011/09/mengenali-jenis-jenis-kapal.pdf. Diakses tanggal 5 September 2012.

Gambar :

[1] ; [2]
[3]

WalkedThru

For You.

"Rubber Fender"

Bhineka Citra Sejahtera - Specialist Rubber Fender and Elastomer Bearing Pad

Port and Harbour Structure Services

Your disability are our expertise, by Lambutan Sinaga

Bucket List Publications

Indulge- Travel, Adventure, & New Experiences

PaintBody 400

This WordPress.com site is the bee's knees

Lowongan kerja Mining / Pertambangan

lowongan kerja Mining, lowongan kerja Pertambangan

real ultimate waffe (.net)

FACT: mdawaffes are mammals